Loading...

Senin, 26 Juli 2010

CEKUNGAN KALIMANTAN TIMUR-2

CEKUNGAN BARITO
Cekungan ini lebih menyerupai cekungan epikontinen laut Jawa Timur, juga nilai gravitasi Bouger yang negatif menunjukan kerak kontinental di bawah cekungan ini. Sedimen Tersier dalam cekungan ini relatif tipis. Cekungan ini khas asimetris, dari sebelah barat dekat paparan Sunda terdapat paparan Barito dengan kemiringan relatif datar, ke timur menjadi cekungan yang dalam yang dibatasi oleh sesar naik ke arah barat dari Punggungan Meratus yang merupakan bongkah naik (uplifted block). Stratigrafi dimulai dengan sedimentasi non-marin (fluviatil) dari formasi Tanjung, yang diperkirakan berumur Eosen, yang di ikuti dengan Transgresi Marin (formasi Tanjung bagian atas) dan berkulminasi dengan endapan gamping Miosen Bawah Formasi Berau yang pada pinggiran ke Cekungan Kutai menghilang. Di atasnya diikuti dengan fasa regresif dengan pengendapan Formasi Warukin dan Formasi Dahor dengan banyak sisipan batubara yang berumur Miosen sampai Pliosen. Dalam cekungan Barito terdapat sistem pelipatan Utara-Selatan yang terutama dimanifestasikan oleh Pegunungan Meratus. Sesar-sungkup dapat diterangkan dengan draping sedimen Tersier pada suatu blok pra-tersier yang diangkat. Makin ke barat lapisan sedimen makin landai, malahan selebar 150 - 180 km sedikit memperlihatkan pelipatan. Hal ini merupakan salah satu bukti pula bahwa sesar-sungkup disebabkan pengangkatan pegunungan Meratus. Lebih ke sebelah timur pada Paparan Paternoster kelihatan jelas patahan jenjang ke arah Selat Makassar, juga pelipatan di sayap timur pada lapisan Tersier berkurang ke arah timur,umur pelipatan adalah Pliosen sampai Plistosen.

Lapangan minyak
Dicekungan Barito sampai kini hanya ada satu lapangan minyak yang penting, yaitu :
LAPANGAN TANJUNG, Lapangan ini berproduksi dari lapisan pasir transgresi Eosen (Formasi Tanjung) dan dalam batuan beku (diabas) yang merupakan batuan dasar, yang ikut tersesar-sungkupkan dan menghasilkan porositas retakan. Perangkap adalah antiklin yang sangat asimetri dengan sayap barat yang terjal yang diikuti sesar-naik. Minyak yang dihasilkan bersifat parafin berat dengan kadar 18 - 20 persen parafin dan 60 persen residu. LAPANGAN LAIN kecil dan tak berarti, misalnya Lapangan Warukin dan Lapangan Tutupan Timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar